Rabu, 30 Desember 2009

Laktanida dan Aktinida


Akhirnya posting jg d blog,,,,,stlah skian lama g posting..hmm untuk kl ini informasinya adalah tentang lantanoid dan aktanoid taw biasa di sebut laktanida dan aktinida…..


Laktanida dan Aktinida

Laktanida dan aktanida adalah unsur-unsur transisi blok f, sifat-sifatya berbeda secara signifikan dengan unsur-unsur transisi blok d. Unsur-unsur ini ditempatkan terpisah dalam tabel periodik untuk menunjukkan bahwa keperiodikan struktur elektroniknya berbeda dengan umumnya unsur lain. Walaupun laktanida disebut unsur tanah jarang, kelimpahannya di kerak bumi tidak sedikit dan kimia penggunaan sifat-sifat laktanida yang unik sangat mungkin akan berkembang cepat dalam waktu yang tidak terlalu lama. Aktanida sangat erat dengan kimia dan energi nuklir. Karena jumlah unsur superberat “yang disintesis” dalam akselerator sangat kecil, unsur-unsur ini sangat tidak signifikan dalam pandangan kimia terapan.


LAKTANIDA
Lima belas unsur yang ditunjukkan dalam Tabel periodik unsur dari lantanum, La (4f), sampai lutetium, Lu (4f4), merupakan laktanida. Ln biasanya digunaan sebagai simbol umum unsur-unsur laktanida. Walaupun laktanida, bersama dengan skandium, Sc, dan ytrium, Y, sering disebut unsur-unsur tanah jarang, unsur-unsur ini relatif melimpah di kerak bumi. Kecuali prometium, Pm, yang membentuk isotop stabil, bahkan yang paling kecil kelimpahannya tulium, Tm, dan lutetium, Lu, kelimpahannya sama dengan kelimpahan iodin. Karena laktanida memiliki sifat yang sangat mirip dan sukar dipisahkan satu sama lain, di waktu yang lalu unsur-unsur ini belum banyak dimanfaatkan dalam riset dasar dan terapan, jadi nama tanah jarang berasal dari fakta ini. Karena adanya metoda ekstraksi pelarut cair-cair dengan menggunakan tributilfosfin oksida sejak tahun 1960-an, unsur-unsur laktanida menjadi mudah didapat dan mulai banyak dimanfaatkan tidak hanya untuk riset dasar tetapi juga dalam material seperti dalam paduan logam, katalis, laser, tabung sinar katoda, dsb.

Karena entalpi ionisasi tiga tahap unsur laktanida cukup rendah, unsur-unsur ini membentuk kation trivalen. Sebagian besar senyawa laktanida kecuali senyawa Ce4+(4f0), Eu2+(4f7) dan Yb2+(4f14) biasanya laktanidanya berupa ion Ln3+. Ln3+ adalah asam keras, dan karena elektron f terpendam jauh dan tidak digunakan dalam ikatan, elektron-elektron f ini hampir tidak dipengaruhi ligan. Ada kecenderungan jari-jari atom dan ion laktanida menurun dengan kenaikan nomor atom, dan fenomena ini disebut kontraksi lantanida. Kontraksi ini disebabkan kecilnya efek perisai elektron 4f, yang menyebabkan inti atom menarik elektron dengan kuat dengan meningkatnya nomor atom. Kompleks logam laktanida biasanya berkoordinasi antara 6-12 dan khususnya banyak yang berkoordinasi 8 dan 9. Senyawa organologam dengan ligan siklopentadienil jenis Cp3Ln atau Cl2LnX juga dikenal, semua senyawa ini sangat reaktif pada oksigen atau air.



AKTANIDA

Lima belas unsur dari aktinium, Ac, sampai lawrensium, Lr, disebut dengan aktanida Simbol umum untuk unsur-unsur ini adalah An. Semua unsur aktanida bersifat radioaktif dan sangat beracun. Di alam aktanida yang ada dalam jumlah yang cukup adalah torium, Th, protaktinium, Pa dan uranium, U. Unsur-unsur tadi diisolasi dari bijihnya dan digunakan dalam berbagai aplikasi. Logam plutonium, Pu, diproduksi dalam jumlah besar dan efisiensi ekonomisnya dan keamanan penggunaannya sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan reaktor pembiak saat ini sedang banyak dipelajari. Untuk unsur yang lebih berat dari amerisium, Am, karena jumlah yang dapat diisolasi sangat kecil dan waktu paruhnya sangat pendek, studi sifat-sifat kimia unsur-unsur ini sangat terbatas.

Walaupun aktanida mirip dengan laktanida dalam pengisian elektron 5fnya, sifat kimianya tidak seragam dan masing-masing mempunyai sifat yang unik. Promosi elektron dari 5f-6d memerlukan energi yang besar dan contoh senyawa dengan ligan asam π telah dikenal dan orbital 5f, 6d, 7s dan 7p berpartisipasi dalam ikatan. Senyawa trivalen aktanida umum dijumpai tetapi bilangan oksidasi selain tiga bukan tidak umum. Khususnya torium, protaktinium, uranium and neptunium yang cenderung berbilangan oksidasi +4 atau bilangan oksidasi yang lebih tinggi. Karena keradioaktifannya rendah, torium dan uranium yang ditemukan sebagai mineral dapat ditangani dengan legal di laboratorium biasa. Senyawa seperti ThO2, ThCl4, UO2, UCl3, UCl4, UCl6, UF6, dsb bermanfaat untuk berbagai kegunaan. Khususnya UF6, yang mudah menyublim dan merupakan gas yang cocok untuk difusi gas dan melalui proses sentrifugasi gas dalam preparasi 235U. Torium adalah unsur yang oksofilik mirip dengan laktanida.


http://www.chem-is-try.org

WARNA-WARNI KEMBANG API

Wah sudah mau tahun baru nie,,mesti banyak yang menjual kembang api…klo tahun baru g ada kembang api tu rasanya kurang gimana gitu,,atw g afdol lah..jadinya pda saat tahun baru pasti diseluruh dunia menyalakan kembang api sebagai tanda bahwa awal tahun tlah dimulai namun selain itu juga warna-warni dari kembang api yang membuat menarik di langit ketika dimalam hari sehingga tahun baru semakin semarak…. Nah informasi apa sich yang qt dapatkan dari kembang api,,yukz kita simak!!!

KEMBANG API

Kembang api adalah bahan peledak berdaya ledak rendah piroteknik yang digunakan umumnya untuk estetika dan hiburan. Salah satu bentuk kembang api yang umum adalah dalam pertunjukan kembang api. Kembang api menghasilkan empat efek primer: suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (contohnya confetti). Kembang api dirancang agar dapat meletus sedemikian rupa dan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan perak.
Terdapat 5 komposisi utama kembang api yaitu: Binder, Oksidator, Reduktor, Agen Pemberi Warna, dan Regulator. Fungsi masing-masing dijelaskan sebagai berikut:
1. Binder
Binder berfungsi untuk agen pengikat sehingga seluruh bahan pembuat kembang api dapat dijadikan campuran berbentuk pasta. Binder yang sering dipergunakan adalah dextrin.
2. Regulator
Logam biasanya ditambahkan untuk mengatur kecepatan terjadinya reaksi pada kembang api. Semakin besar luas permukaan logam maka semakin cepat reaksi akan berlangsung.
3. Fuel
Karbon atau thermit umumnya dipakai sebagai fuel pada kembang api. Fuel akan melepaskan elektron pada oksidator. Menyebabkan oksidator tereduksi, selama proses ini berlangsung maka akan terjadi ikatan antara fuel dan oksigen membentuk produk yang lebih stabil, peristiwa pembakaran ini hanya memerlukan sedikit energi agar reaksinya berlangsung, dan ketika proses pembakaran dimulai maka akan dihasilkan energi yang cukup banyak untuk melelehkan dan menguapkan material lain sehingga terjadi percikan api yang menyebabkan terbentuknya cahaya kembang api.
4. Oksidator
Oksidator diperlukan sebagai penghasil oksigen untuk memulai proses pembakaran. Bahan oksidator yang dipakai biasanya dari golongan nitrat, klorat, ataupun perklorat. Awalnya nitrat dipakai sebagai bahan oksidator dan senyawa yang sering dipakai adalah kalium nitrat. Penguraian kalium nitrat adalah sebagai berikut:
2 KNO3 -> K2O + N2 + 2.5 O2
Tidak semua oksigen dari KNO3 diubah menjadi oksigen, dan reaksi berjalan tidak begitu ekstrim sehingga mudah di control. Hal ini menyebabkan nitrat dipakai sebagai reaksi awal penyulutan kembang api agar kembang api sampai di angkasa.
Untuk mendapatkan reaksi yang ekstrim (dalam arti kecepatan dan menghasilkan panas yang cukup) maka diperlukan oksidator yang lebih kuat dibandingkan nitrat. Ingat agar kembang api dapat menghasilkan kilatan cahaya maka kita harus membuat ion logam agen pemberi warna tereksitasi untuk itulah diperlukan suhu yang tinggi.
Klorat merupakan oksidator yang lebih baik dibandingkan dengan nirat, reaksi yang terjadi sangat ekplosif dan menghasilkan suhu yang tinggi selain itu semua oksigen dalam klorat dapat diubah menjadi oksigen. Memberikan oksigen dengan jumlah yang cukup untuk proses pembakaran pada kembang api.
2 KClO3 -> 2KCl + 3 O2
Sayangnya klorat tidak stabil dan diperlukan penanganan khusus dalam proses pembuatan kembang api, beberapa senyawa klorat dapat meledak ketika dijatuhkan ke tanah. Oleh sebab itu penggunaan klorat digantikan oleh perklorat. Perklorat sekarang banyak dipakai pada industri kembag apai karena stabil dan bereaksi sama ekstrimnya dengan klorat.
KClO4 -> KCl + 2O2
5. Reduktor
Reduktor bereaksi dengan oksigen yang dihasilkan oleh oksidator membentuk gas yang bertemperatur tinggi dan mengembang dengan cepat. Reduktor yang dipakai biasanya adalah belerang dan karbon.
S + O2 -> SO2
C + O2 -> CO2

Warna kembang api dihasilkan dari pemanasan senyawa logam tertentu. Atom logam menyerap energi yang dihasilkan dari reaksi oksidator dan reduktor diatas dan kemudian dia melepaskan energi itu kembali dalam bentuk cahaya dengan warna tertentu. Energi yang diserap menyebabkan electron logam melompat dari tingkat energi standarnya ke tingkat energi yang lebih tinggi, dinamakan dengan istilah tereksitasi kemudian electron terebut kembali ke tingkat energi semula dengan membebaskan energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu.

Ion logam yang dipakai untuk memberi warna pada kembang api diantaranya adalah:
Merah:
Garam stronsium atau garam lithium. Contohnya adalah litium karbonat Li2CO3 yang memberikan warna merah dan Stronsium karbonat yang memberikan warna merah cerah.
Oranye:
Garam kalsium contohnya kalsium klorida CaCl2
Kuning:
Garam natrium contohnya natrium klorida NaCl.
Hijau:
Garam barium atau senyawa yang dapat menghasilkan gas Cl2. Contoh garam bariumnya adalah BaCl2.
Biru:
Senyawaan tembaga contohnya tembaga(I) klorida CuCl.
Ungu:
Campuran antara garam stronsium dan garam tembaga. Karena stronsium memberikan warna merah dan tembaga memberikan warna biru maka campuran kedua garam ini akan menghasilkan warna ungu.
Putih/Silver:
Logam magnesium, titanium, ataupun aluminium.

Mengapa kita selalu melihat percikan kembang api terlebih dahulu kemudian baru suara ledakkannya?
Hal ini terjadi dikarenakan kecepatan cahaya lebih cepat satu juta kali dibandingkan dengan kecepatan suara.
Jika kamu melihat kembang api yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari tanah tempatmu berdiri maka diperlukan sekitar 3 detik untuk mendengar suara ledakan kembang api setelah kamu melihat percikan cahaya kembang api tersebut. Nah sudah tahu kan reaksi yang terjadi pada kembang api,,,semoga bermanfaat yaw..

Selasa, 01 Desember 2009

Gimana Sich Cara Nguji Emas???

Untuk Mengenal emas sangatlah mudah, karena memang emas mempunyai warna yang khas, Yaitu warna kuning Emas. Orang yang sudah biasa melihat emas tidaklah sulit untuk menentukan keasliannya, cukup dilihat atau baunyapun sudah mengerti, namun demikian bagi orang awam kelihatannya sangat sulit. Tapi jika pernah memegang emas kemudian kita kenali secara seksama sebentar sajapun akan bisa membedakan antara emas yang asli dengan logam lainnya.

Untuk mengenal emas, kita terlebih dahulu mengenal istilah " kadar " dalam emas. Kadar merupakan tingkat keaslian emas, atau jumlah kandungan kemurnian emas. Kadar emas dinyatakan dalam "karat". Kadar 24 karat dinyatakan sebagai emas murni. Jadi emas kadar 23 karat berarti tingkat kemurniannya adalah 23/24 X 100% atau sekitar 95,8%. Jadi bila Emas Kadar 22 karat dengan berat 15 gram maka kandungan emas murninya = 22/24 x 15 = 13.75 Gram. Jika diketahui emas 16 Karat berat 10 karat berapa kandungan emas murninya?

Ada beberapa metode untuk mengetahui Kadar Emas

1. Dengan Uji Gosok pada Batu, kemudian ditetesi Zat Kimia. Air uji yang digunakan adalah Asam Nitrat, Asam Klorida, Dan Campuran keduanya yang disebut air raja.

2 Pengujian dengan Gold Tester, Yaitu alat yang dapat mendeteksi karat dengan cara menempelkan ujung jarumnya ke perhiasan, alat ini mudah digunakan namun tidak bisa mendeteksi bagian dalamnya.

3. Pengujian dengan berat jenis, setiap benda mempunyai berat jenis atau SG (specifik gravity). Emas dapat dengan mudah dikenali dengan mencari berat jenisnya. Berat jenis adalah Masa Zat itu dibagi Volumenya.
Prosedur pemeriksaan dengan berat jenis adalah pertama kita tentukan berat emas kering ( ditimbang diatas timbangan ), kemudian kita tentukan berat emas jika ditimbang dalam air ( Berat Basah). Berat kering - Berat Basah = Volume. Jadi Berat jenis = berat kering/(berat kering-berat basah). Setelah kita tahu Berat jenisnya kita tinggal lihat tabel untuk mengetahui karatasenya.

EMAS DAN PERAK ITU BEDA,,,

Emas dan Perak jelas berbeda. demikian pula perak dan emas putih. banyak juga orang yang mengatakan bahwa emas putih itu adl platina. tapi itu salah.

Platinum dan emas putih

Untuk memahami perbedaan antara kedua jenis logam tersebut, anda perlu memahami kedua jenis logam tersebut.

Emas Putih
Emas putih merupakan campuran logam emas dan logam putih seperti perak, nikel, paladium dan platinum yang mengubah warna kuning emas menjadi putih. Komposisi emas putih bervariasi tergantung logam apa yang digunakan sebagai campuran dan berapa persen perbandingan komposisinya.
Karenanya, emas putih dapat digunakan untuk tujuan khusus, contoh, logam campuran yang menggunakan nikel akan keras dan kuat dan dapat digunakan untuk membuat cincin.
Alloy putih yang menggunakan paladium lebih lunak dan elastis dan dapat digunakan untuk meletakkan batu permata.
Emas putih tidak selalu bersinar putih, dia berwarna seperti baja keabu-abuan yang diolah sehingga menjadi nampak putih bersinar. Perlakuan tersebut menggunakan sebuah electroplate rhodium. Rhodium menjadikan emas putih nampak putih namun lapisan tersebut dapat luntur dan perlu diganti setahun sekali.

Platinum
Platinum merupakan logam putih. Platinum merupakan logam murni, kira-kira kermurnian 95%, sedangkan emas putih kemurniannya hanya 75% untuk emas putih 18% dan hanya 58,5% untuk 14 karat.
Karena merupakan logam putih, platinum tidak memerlukan perlakuan rhodium, karena putihnya akan abadi.
Plantinum memiliki masa jenis lebih berat daripada emas. Anda akan merasakan perbedaan untuk item yang sama yang terbuat dari platinum dan emas.
Keunggulan platinum dibandingkan logam lainnya adalah ketahanannya terhadap abrasif. Cincin platinum akan tetap dalam kondisi yang baik setelah bertahun-tahun. Cukup mengherankan padahal platinum relatif lebih lunak dan dapat dibentuk lebih mudah daripada emas.

Kesimpulan karekteristik Platinum:
1. Memiliki warna putih yang natural
2. Nampak lebih baik daripada emas putih meskipun sudah disimpan atau dipakai bertahun-tahun.
3. Lebih berat daripada emas biasa.
4. Bertahan lama dibandingkan emas (nampak baru meskipun dipakai bertahun-tahun)

Emas putih:
1. Lebih kuat daripada platinum
2. Lebih kaku daripada platinum.
3. Harga separuh lebih murah daripada platinum.

So,,emas putih itu adalah campuran emas (emas biasa) dgn logam2 putih lain. misal, perak dan platina tadi.

kalo emas putih thu ga bisa di lebur lagi yah... jadi harganya kalo di jual bakalan jatoh banget dibanding harga beli... bda sama emas biasa
perhiasan emas kuning disepuh putih pake rodium atao apaaa gitu (tapi ya lama2 ilang juga). Jadi kan aslinya tetep emas kuning tapi penampakannya emas putih.

> Emas putih dan platina suatu unsur yang berbeda. Emas putih adalah emas yang dicampur logam lain
(Palladium?) sehingga warnanya jadi putih. Saat ini juga ada emas ungu lho. Sedangkan platina adalah unsur yang berbeda, walaupun penampilannya nyaris tak berbeda dengan emas putih. Emas putih aslinya agak kekuningan (gak putih banget) sehingga biasanya permukaannya dikrom supaya jadi putih mengkilat. Makanya setelah lama dipakai kelihatan agak kekuningan. Beda dengan platina tetap putih mengkilap,
makanya harganya lebih mahal dari emas putih. Tapi orang Indonesia lebih senang membeli emas putih karena harga jualnya yang stabil.

Warna Emas

Untuk mendapatkan perhiasan yang kuat dan warna yang diinginkan, emas murni harus dicampur dengan logam lain. Logam-logam yang biasa digunakan untuk campuran perhiasan emas adalah Tembaga, Perak, Timah Putih, d an Nikel. Disamping menimbulkan kekuatan emas yang berbeda-beda maka campuran logam juga untuk mendapatkan warna yang diinginkan, sehingga dikenal beberapa macam warna perhiasan yang dibuat emas yaitu

* Emas Merah
Yaitu emas murni dicampur Tembaga
*Emas Kuning
Yaitu emas murni dicampur Perak
*Emas Putih
Yaitu Emas dicampur dengan Timah Sari dan Nikel.

Umumnya kita tahu emas hanya seperti yang disebutkan diatas, Namun karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka para peneliti selalu menginginkan hal-hal yang lebih baik dengan mengadakan percobaan-percobaan.

Dalam berbagai percobaan menunjukan bahwa campuran emas murni dengan logam atau beberapa logam tertentu akan menghasilkan beberapa Fancy color yaitu emas hijau, emas biru, ungu dan lain-lain.

- Emas hijau dengan kadar 18 K.
Yaitu campuran antara emas murni 75%, Perak murni 15%. Kadmium 4% dan Tembaga 6%.

-Emas Biru dengan kadar 18 K.
Yaitu campuran antara emas murni 75% dan Besi 25%.

- Emas Jingga dengan kadar 14 K.
Yaitu campuran emas murni 58,33% Perak Murni 6% dan Tembaga 35.67%.

-Emas Coklat dengan kadar 18 K.
Yaitu campuran antara emas murni 75%, Palladium 18,75% dan perak murni 6,25%.

- Emas Abu - abu dengan kadar 18 K.
Yaitu campuran antara emas murni 75%, tembaga 8% dan besi 17%.

-Emas Ungu dengan kadar 18 k.
Yaitu campuran antara emas murni 83,3% dan Aluminium 16.7%.

Warna warna semacam ini memang belum populer di masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan pada saatnya nanti akan menjadi populer, namun demikian, ini menunjukan bahwa para pengrajin emas telah maju selangkah dengan adanya warna - warni emas ini.